TIDAK BERPENGETAHUAN
(Yesaya 5:13)
“Sebab itu umatKu harus pergi ke dalam pembuangan, oleh sebab mereka tidak mengerti apa-apa; Orang-orang yang mulia akan mati kelaparan, Dan khayalak ramai akan menderita kehausan.”
Istilah “tidak mengerti apa-apa (tidak berpengetahuan)” di dalam Alkitab bermakna bahwa seseorang tidak mengenal Allah, dan tidak memiliki pengetahuan akan pengenalan Allah.
Tapi bukankah bangsa Israel sudah belajar tentang Allah semenjak mereka masih sangat muda? Nabi-nabi terus menerus memberitahukan pekerjaan Allah yang besar di zaman dahulu, mereka memberitakan bagaimana Allah membebaskan nenek moyang mereka dengan tanganNya yang kuat. Lalu bagaimana mungkin mereka tidak mempunyai pengetahuan?
Ayat ini menyebutkan bahwa bangsa Israel ditawan karena mereka “tidak mengerti apa-apa (tidak berpengetahuan)”. Dengan perkataan lain, jika mereka memiliki dan memegang dengan teguh pengetahuan Allah, maka pastilah mereka tidak akan ditawan. Dari sini kita bisa mengetahui bahwa bangsa Israel saat itu telah kehilangan “pengetahuan”.
Pengetahuan Allah bukanlah sesuatu yang akan terus ada dalam diri seseorang.
Firman Tuhan itu hidup, dan Firman Tuhan itu Roh. Jika kita ingin memelihara Firman Allah, maka persyaratan yang terutama dan terpenting adalah untuk patuh kepada Roh Kudus.
Ketika seseorang mulai tidak taat pada kehendak Allah, maka Roh Allah sambil membawa Firman Allah akan meninggalkan orang tersebut. Hasilnya adalah orang tersebut akan menjadi seseorang yang “tidak berpengetahuan”.
Pada Yesaya pasal 5 ini sesungguhnya sudah menjelaskan mengapa Firman Allah diambil kembali dari hati umat pilihan Allah, dan bagaimana umat Allah menjadi tidak berpengetahuan :
1. Peringatan pertama (Yesaya 5:8)
“Celakalah mereka yang menyerobot rumah demi rumah dan mencekal ladang demi ladang, sehingga tidak ada lagi tempat bagi orang lain dan hanya kamu sendiri yang tinggal di dalam negeri!”
Di ayat ini, diceritakan bagaimana umat Allah hanya mempedulikan seisi keluarganya sendiri, ladangnya, dan memperbanyak tanah mereka. Di zaman nabi Yesaya, mereka ini menindas orang-orang miskin, mereka merebut ladang-ladang orang lain untuk dirinya sendiri.
Fokus dan pikiran mereka berpusat pada dunia, daripada hukum Musa.
Perjanjian Baru mengajarkan kita untuk tidak mengasihi dunia dan hal-hal yang ada di dalam dunia. Karena jika seseorang mengasihi dunia, maka kasih Bapa tidak ada di dalam diri orang tersebut.
Alkitab menjelaskannya : mengasihi Allah itu adalah dengan tinggal di dalam perkataan-perkataanNya dan dengan menuruti semua perintahNya.
Terkadang, kita menemukan fokus kita sudah bergeser dikarenakan pikiran kita diganggu oleh perkara-perkara duniawi, akibatnya secara perlahan kita mulai kehilangan pengetahuan Allah. Kita merasa pengetahuan Allah menjadi sesuatu yang sulit untuk kita capai, dan hubungan kita dengan Allah lambat laun menjadi semakin jauh, sehingga pada akhirnya kita kehilangan Firman Allah. Kita harus sangat berwaspada akan hal ini!
2. Peringatan yang kedua (Yes 5:11-12)
“Celakalah mereka yang bangun pagi-pagi dan terus mencari minuman keras dan duduk-duduk sampai malam hari sedang badannya dihangatkan anggur!Kecapi dan gambus, rebana dan suling, serta anggur terdapat dalam perjamuan-perjamuan mereka, tetapi perbuatan TUHAN tidak dipandangnya dan pekerjaan TUHAN tidak dilihatnya!”
Jadi inilah syarat supaya kita dapat menyimpan pengetahuan Allah di dalam hati kita : berfokus pada perkara-perkara Allah.
Komentar
Posting Komentar